Selamat datang, kawan-kawan Emil!

Ayo kita kuntit Emil liputan, bermalas-malasan, sampai berkecandan bersama Mas Danu, Abi, Nisa, Tante Dini, Om Zul, dan kawan-kawan!

Tuesday, May 8, 2012

Selalu Ada Pertama Kali

Emil ada di dalam angkutan umum jurusan Bogor-Sukabumi. Emil tadinya belum pernah naik angkutan umum jurusan Bogor-Sukabumi. Dia waswas.

10:27:11            Emil berteriak dari bangku belakang Mitsubishi Colt L300 itu ke Dek Supir yang dia duga baru saja mendapatkan SIM saking muda tampangnya bahwa dia akan turun di Ratna, tolong diberi tahu jika sudah di Ratna karena dia belum pernah ke sana.

10:27:25            Dek Supir mengiyakan dengan logat Sunda kental.

10:35:54            Ibu di sebelah Emil mengajaknya mengobrol soal udara Bogor yang makin panas, jalanan Tajur yang makin macet, dan tahu Yun Yi.

10:42:08            Mobil L300 berhenti setelah melewati Tajur. Dek Supir turun dan digantikan oleh Pak Supir. Emil panik. Ibu di sebelah Emil dengan heboh menganjurkannya untuk memberi tahu tempat tujuannya ke Pak Supir.

10:43:09            Emil berteriak dari bangku belakang mobil L300 ke Pak Supir bahwa dia akan turun di Ratna, tolong diberi tahu jika sudah di Ratna karena dia belum pernah ke sana.

10:43:19            Pak Supir mengiyakan dengan logat Sunda kental.

10:43:20            Ibu di sebelah Emil memuji kesigapannya dengan berlebihan, lalu mengajaknya mengobrol soal Ahmad Heryawan.

10:50:44            Emil melihat ponselnya. Sudah pukul 10.50, pikir Emil. Mobil L300 masih ngetem di ujung jalan tol entah di mana. Ibu di sebelah Emil mengajaknya mengobrol soal kepopuleran BlackBerry.

10:51:21            Mobil L300 mulai jalan.

10:58:55            Ibu di sebelah Emil membuka tasnya, mengeluarkan bungkusan besar permen, dan menawarkannya ke Emil.

10:58:56            Emil menolaknya. Tidak, terima kasih, katanya, sambil menjulurkan tangannya ke dalam bungkusan besar permen, spontan.

10:58:57            Emil merasa bodoh. Ibu di sebelah Emil tertawa.

11:02:01            Pak Supir berteriak bahwa mereka sudah tiba di Ratna. Mobil L300 berhenti. Emil bergegas turun. Ibu yang tadinya di sebelah Emil masih tertawa.

Emil baru saja turun dari angkutan umum jurusan Bogor-Sukabumi. Emil sudah pernah naik angkutan umum jurusan Bogor-Sukabumi. Dia bangga.

2 comments:

  1. Aha! kisah ini gw ingat sepanjang masa (dalam versi asli lhooo tapi...)... Menurut gw, nolak tawaran permen sambil tetep ngambil harus di bold underline italic.. Sensasional! hehehehe

    ReplyDelete
  2. Huahahahahahahaha... Syaaa, kamu masih inget! Kamu teman sejati! *peluk*

    Yoi, Sya, kisah ini memang terinspirasi kisah nyata seorang gadis saat menempuh perjalanan Bandung-Bogor dengan travel Cipaganti sekitar tahun 2003 :D

    ReplyDelete