Selamat datang, kawan-kawan Emil!

Ayo kita kuntit Emil liputan, bermalas-malasan, sampai berkecandan bersama Mas Danu, Abi, Nisa, Tante Dini, Om Zul, dan kawan-kawan!

Tuesday, April 3, 2012

Gelasnya...

"Gelasnya… setengah penuh!”

Emil memperhatikan dari jauh, dua kakak-beradik yang juga sepupunya itu sedang seru sendiri memperhatikan sebuah majalah remaja perempuan. Dari teriakan Abi, Emil bisa menduga mereka sedang membahas semacam tes psikologi untuk melihat kecenderungan seseorang berpikir optimistis atau pesimistis.

Penasaran, Emil. Biasanya Abi paling malas jika diajak berbicara hal-hal yang menurutnya tidak penting oleh Nisa. Emil mengira, tes psikologi di majalah remaja perempuan pasti berada di daftar teratas hal-hal yang menurut Abi tidak penting.

“Mas Emil, ayo liat ini. Menurut Mas Emil, ini gambar apa,” kata Nisa bersemangat saat Emil menghampiri mereka.

Seperti dugaan, itu adalah gambar gelas yang bisa diartikan setengah berisi air atau setengah kosong. Gambarnya sih artistik, gelas belimbing dengan latar belakang batik cerah Peranakan.

Tapi… Ya ampun, Bi, ini kan nggak penting, pikir Emil. Dia mendelik ke arah Abi yang sudah pasang tampang malas sekaligus lega. Dengan adanya Emil, dia tidak perlu lagi meladeni rengekan Nisa.

Kejebak gue. Emil putar otak supaya waktu yang terpaksa dia habiskan untuk membahas tes psikologi dari majalah remaja perempuan itu bisa dia nikmati.

Aha!

“Gelasnya berisi 125 mililiter air.”

Emil tersenyum sombong kepada Nisa. Menurutnya, dia berhasil memberikan jawaban cerdas yang pasti tidak dikira si sepupu. Jawaban gue nggak klise, intelek abis gitu gue, pikir Emil. Masalah optimistis atau pesimistis runtuh, gue kasih fakta.

“Coba liat.” Mas Danu yang dari tadi diam di ruang sebelah tiba-tiba nimbrung. Nisa pun memutar majalah hingga bisa terlihat oleh kakak Emil itu dari seberang ruangan.

Tetap di kursinya, tetap pada posisi badan yang sama, cuma matanya yang melirik ke arah majalah remaja perempuan Nisa, Mas Danu dengan tak acuh berkata lirih, “Gelasnya kurang 125 mili.”

No comments:

Post a Comment